Letter from Oshie - Fruitland Park, FL


Des 10, 2010 Dear kawan2 di Tanah Air Salam Damai Sejahtera. Perkenalkan, nama saya Oshie Bimantara, Usia 17 tahun, sekolah di SMAN 1 Tambun Selatan. Pada kesempatan yang berbahagia ini saya akan menceriterakan kisah2 hidup dan perjuangan yang saya alami selama menjadi peserta YES angkutan (maksudnya angkatan) 2010-2011 dari Indonesia yg Puji Tuhan di hostkan di Florida. Saya bersyukur sekali ditempatkan di Florida yang hangat karena saya memang tidak suka dingin apalagi salju. Saya tinggal di kota Fruitland Park, lokasinya di deket Orlando, Central Florida. Disini saya tinggal bersama keluarga Guenthers. Host dad saya namanya William Guenther dan host mom namanya Barbara Guenther. Kebetulan saya di hostkan bersama seorang murid YES dr Filipina. Namanya Cairoden, dia adalah anak yg baik, pekerja keras, gemar menabung, namun konyol tingkahnya. Host dad saya usianya 60 tahunan, bekerja sebagai pengendali penjernihan air di Lake County Water Authority.. Host mom usianya 50an bekerja sebagai manajer reservasi di sebuah kamp retreat milik gereja Community United Methodist Church (CUMC) yaitu Warren Willis United Methodist Camp. Mereka bekerja dr pagi sampai petang (disini petangnya jam 8).
Keluarga ini kami tergolong religius. Kami sekeluarga pergi ke gereja CUMC yg begitu indah dan megah. Sebetulnya saya memiliki hobi bermain organ pipa. Setelah direktur musik CUMC melihat permainan saya, beliau segera meminta saya utk mengiringi ibadah serta memperkenalkan lagu-lagu hymnal dari Indonesia. Inilah salah satu kebanggaan saya bisa memperkenalkan lagu-lagu Indonesia ke telinga masyarakat Amerika. Saya telah mengadakan tiga kali organ recital (ada videonya di facebook saya) dan mendapat applause dr mereka. Ternyata jemaat disini menggemari lagu-lagu Indonesia. Penghasilan organis disini tinggi sekali, bisa beli motor bebek pake gaji sebulan.hehehe Saya masuk kelas 12 di Leesburg High School, kota Leesburg, FL. Sekolahnya besar buanget, nggak cukup 30 menit buat jalan kaki ngitarin sekolah. Mereka punya sekitar 120 mata pelajaran yg bisa dipilih dgn sistem moving class. Disini kami dibagi 2 term dalam setahun, jadi per term saya diperbolehkan memilih 4 kelas, jadi setahun total saya dapat 8 kelas. Untuk semester awal saya pilih kelas2 bahagia: Culinary Arts, American History, British Literature-English IV, serta Chorus(Madrigals). Dalam kelas Culinary Arts, pelajaran teorinya yaitu sanitasi, suhu makanan, storage, manajemen restoran, alat2 dapur, dan kuliner internasional. Untuk prakteknya ya memasak, roasting, membuat saus, griddle, roasting, pastry, baking, dll. Kami mempelajari kulinari Amerika, Prancis, Italia, Spanish, dan Irlandia. Sayangnya kami nggak mempelajari Chinese Food. Di Culinary Arts ada juga materi yang rumit yaitu recipe count. Recipe count itu adl metode menghitung harga bahan per resep yang dipakai... Ambil contoh dalam memasak sop..kita beli garam seharga 4.96 dollar per 8 ons, nah 8 ons itu ada berapa cup garam, dan berapa berat dan harga satu cup garam, dan berapa sendok teh garam yg terdapat dalam satu cup, dan berapa harga garam dalam satu sendok teh, setelah itu, berapa sendok teh garam yg kita cemplungkan kedalam sepanci sop, dan berapa porsi sop yg dihasilkan, dan pd akhirnya kita harus menghitung berapa harga garam yang terdapat dalam Satu Porsi sop... Gila kali ya disuruh ngitung harga garam dlm semangkok sop.Ini baru garam doang, belum bahan yg lain2. Memang sih pake math sederhana, tapi kalo bahan-bahannya banyak bikin puyeng....Hehehe. Kalo salah hitung seperapat sendok teh aja udah jeblok nilai ulangannya. Kebetulan Chef nya bekas guru matematika, jadi bakal ngomel kalau salah hitung harga bahan bangunan, eh makanan. Yang kedua saya ambil American History, disini hapalannya setengah modar. Buku pelajarannya tebalnya 1138 halaman. Harus ngapalin seluk beluk kejadian2 dari tahun 1760 sampai tahun 2004..detik ini saya sudah mempelajari sejarah Amerika dari tahun 1840-1930. Aduh tugasnya jg masya ampun deh, bayangin aja bukunya udh kyk kamus bahasa Oxford, jd kami jarang membawa buku cetak ke sekolah krn bisa merobek tas dgn mudah.hahahaha... Yg ketiga British Literature, cukup menantang, tugasnya lebih banyak menulis essay, debat, dll.. Yang keempat adalah Chorus (Madrigal), ini pelajaran favorit saya, belajar tari sama nyanyi. Kelas ini terdiri dari 30 orang. Tapi saya kurang suka nari krn badan kurang mendukung utk menari.hehehehe... Saya ditunjuk jd organis jg di kelas ini.. Kebetulan gurunya punya organ di kelas.hehehe. Kami belajar 3 lagu dalam sehari. Lagunya diambil dr zaman Renaissance (Inggris kuno) Saya dapat bagian Tenor 1, bagian ini agak sulit karena nadanya pada lagu-lagunya tinggi sekali. Setiap bulan kami pergi bernyanyi kemana-mana seperti panti jompo, panti asuhan, rumah sakit, pameran, komunitas pensiunan, gereja, sinagoge, dan Disney World. Jadwal Madrigal sangat padat dalam bulan Desember, setiap hari kami pergi ke berbagai tempat utk bernyanyi menyambut Natal. Mari bicara ttg ulangan semester..di sekolah saya kalau nilai raportnya maintain 90 keatas, kepala skolah bakal ngasih permit untuk tidak mengikuti ujian.. Enak kan?? Kalau nilainya bagus bisa selamat dr ujian blok.hehehehe. Bulan lalu saya mengikuti ujian FCAT (Florida Comprehensive Assesment Test) ini adalah ujian wajib untuk graduation, terdiri dari ujian Math, Reading, dan Science. Praise The Lord saya lolos dan dapet level 4 out of 5. Katanya sih akan dapat gelar Diploma pada saat wisuda. Segini dulu ya ceritanya, nanti akan saya kirim lagi. Terima kasih sudah membaca. Untuk adek2 berusahalah dlm seleksi agar bisa merasakan pengalaman2 baru hidup di luar negeri. God bless you. Sincerely, Oshie Bimantara iPad.


You may also like

Tidak ada komentar: